Beranda

“The rural areas have been deprived by the cities in the past. Development resources and energy should be directed where the people live”

-Chirua Achebe-





WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.25-2
Screenshot-2021-05-24-at-10.45.28
WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.25
WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.26
WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.26-4
WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.27
WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.26-5
WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.26-3
WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.26-2
WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.27-2
WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.27-4
WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.30
Screenshot 2021-05-24 at 10.48.01
WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.27-3
Screenshot 2021-05-24 at 10.54.48
Screenshot 2021-05-24 at 10.50.49
Screenshot 2021-05-24 at 11.10.31
WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.25-2 Screenshot-2021-05-24-at-10.45.28 WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.25 WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.26 WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.26-4 WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.27 WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.26-5 WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.26-3 WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.26-2 WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.27-2 WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.27-4 WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.30 Screenshot 2021-05-24 at 10.48.01 WhatsApp Image 2021-05-24 at 10.59.27-3 Screenshot 2021-05-24 at 10.54.48 Screenshot 2021-05-24 at 10.50.49 Screenshot 2021-05-24 at 11.10.31

Video Profil

By: Fawwaz, Mangesti dan Nila

[Current Project: Menilik Implementasi Circular Economy di TPS 3R, Capaian SDGs dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa

Dalam beberapa dekade kerusakan lingkungan karena sampah menjadi isu kritis yang memerlukan atensi dan kesungguhan dari berbagai pihak dalam mereduksi dampak kerusakan karena mempengaruhi aktivitas masyarakat diseluruh lini sektor kehidupan.  Seperti yang diketahui, sistem ekonomi di Indonesia yang berjalan hingga saat ini masih menggunakan model linear (ambil — pakai — buang) atau model yang tak berkelanjutan, sehingga menimbulkan masalah baru tentang sampah di masyarakat.  Sehingga dibutuhkan model baru yang dapat memperpanjang siklus hidup suatu produk agar permasalahan pada lingkungan seperti limbah, polusi, dan material tak terpakai dapat membantu alam untuk regenerasi atau dikenal dengan sirkular ekonomi (circular economy).

Kepala Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang Prof. Imam Mukhlis, S.E., M.Sc dan Tim ROTASI Institute berkolaborasi dalam kegiatan capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kolaborasi dilakukan dalam pengelolaan sampah dalam menghasilkan nilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di lokasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Jong Biru Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 6 dan 13 Agustus 2022. Kegiatan yang dilakukan di TPS 3R jongbiru dalam bentuk pelatihan pengolahan sampah dengan model 3R, pelatihan Circular Economy, workshop pengelolaan TPS 3R dan pendampingan penerapan Circular Economy yang dilakukan oleh Tim Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang, mahasiswa dan tim ROTASI Institute.

TPS 3R Jong Biru, merupakan salah satu TPS yang bergerak secara independent atau swadaya dengan menerapkan model sirkular ekonomi. “Sampah masyarakat dipilah terlebih dahulu antara yang organik dan non-organik. Sampah non-organik seperti plastik, botol, dan kaca disishkan karena diambil pengepul setiap 2-3 hari. Hasilnya lumayan mbak, dapat mencapai 3-4 juta per triwulan. Lalu untuk sampah organik akan kami olah dari mesin pencacah dan dibuat media kompos dan media makanan Cacing Magot” tutup salah satu pengurus TPS.

Dari hasil wawancara yang telah dilakukan diketahui bahwa Ketika awal kita merintis hanya 30% dari masyarakat yang mau sampahnya diangkut oleh TPS tarif Rp15000/bulan, tarif beberapa masyarakat yang kontra dengan adanya TPS berdalih Rp15000/bulan cukup mahal. Seiring berjalannya waktu beberapa bulan kemudian masyarakat tidak merasa adanya polusi udara (bau) dari TPS dan lingkungan sekitar juga menjadi lebih bersih, akhirnya presentase masyarakat yang sampahnya diambil oleh TPS meningkat drastis menjadi 60% sekitar 650 Kartu Keluarga.

Dari hasil laporan tim ROTASI menyebutkan bahwasannya tidak ada polusi yang ditimbulkan dari kegiatan TPS. Kegiatan sirkular ekonomi yang terjadi justru memberikan nilai tambah bagi pengelola baik dari penjualan plastik, botol, kaca dan cacing magot. Sampah rumah tangga dan sisa makanan yang sebelumnya menjadi masalah karena dibuang secara brutal di bibir sungai kini sudah mulai berkurang. Namun dari pengembangannya masih adanya problematika yang dihadapi oleh pengelola yaitu tentang kesadaran masyarakat dan kurangnya edukasi mengenai dampak lingkungan dari membuang sampah.

Menanggapi hal tersebut Prof. Imam selaku fasilitator menyatakan “Problematika yang telah disampaikan oleh pengelola dan sedang dihadapai pihak pengelola TPS 3R, membutuhkan adanya peran dari dunia akademisi untuk memberikan transfer pengetahuan mengenai literasi dan edukasi kepada masyarakat di Desa Jong Biru tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar serta pengetahuan mengenai cara kerja sirkular ekonomi secara lebih mendalam” tutup Prof. Imam dalam sesi diskusi bersama tim ROTASI dan pengelola TPS 3R di Jong Biru.

Secara implementatif, sirkular ekonomi mejadi sarana yang inovatif dan memberikan multiplier effect bagi lingkungan dan mendukung pemerintah dalam mengimplementasikan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) dalam SDGs untuk mereduksi adanya kerusakan lingkungan karena sampah dengan sirkular ekonomi, serta membuat nilai tambah ekonomis dari sampah itu sendiri sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Kreator: Nila Cahayati

[Latest Project ] Community Engagement on Agroecological Urban Farming – Part 2

Community Engagement for Agroecological Urban Farming

ROTASI Institute menawarkan kegiatan magang bernama Urban Food Bank. Urban Food Bank sendiri merupakan kegiatan yang tak sebatas Urban Farming dan pengolahan sampah. Pertanian perkotaan (urban farming) ialah kegiatan memproduksi, memproses, dan memasarkan makanan atau hasil pertanian untuk memenuhi permintaan harian konsumen dengan memanfaatkan potensi yang ada di pemukiman sekitar kita. Dalam hal ini, ROTASI Institute akan fokus dalam pengembangan pertanian yang berbasis agroekologi, yakni sistem pertanian yang mengoptimalkan peran ekosistem serta mengurangi dampak negatif ke lingkungan. Walaupun hanya memanfaatkan lahan yang terbatas, pertanian perkotaan diharapkan setidaknya mampu berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi sekitar melalui akses terhadap ketersediaan pangan sehat, kegiatan pemberdayaan masyarakat serta mendukung pertanian berkelanjutan ataupun sirkular ekonomi. Selain itu, kegiatan magang ini akan fokus pada pengelolaan limbah (sampah) yang ada di masyarakat Desa Karangwidoro, Kabupaten Malang. Kegiatan magang ini merupakan Batch 2, dimana pada batch sebelumnya para peserta magang telah mengidentifikasi permasalahan dan melakukan preliminary study terhadap potensi, kendala dan bisnis model yang dilaksanakan oleh masyarakat desa.

Kegiatan magang ini diharapkan untuk melanjutkan dari temuan para peserta magang batch 1 dan  menjadi wadah pengenalan kehidupan nyata diluar kampus untuk mahasiswa yang berpartisipasi, melatih soft skill, mengenal lebih baik tentang pertanian, pipa dalam mengimplementasi ilmu ekonomi yang selama ini dipelajari di kampus, serta memancing rasa wirausaha dalam diri peserta magang. Serangkaian kegiatan magang ini merupakan bagian dari program “Kampus Merdeka, Merdeka Belajar” dimana ROTASI Institute menjadi salah satu mitra resmi dari Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Durasi dari kegiatan ini adalah 6 (enam) bulan.

Tempat Magang: Lahan Pertanian sebesar 300 m2, berlokasi di Desa Karangwidoro, Kab. Malang

Kondisi Tempat Magang:

Telah dikembangkan usaha hidroponik, pengolahan pupuk kompos dan tanaman pangan di area kosong sekitar pemukiman yang membutuhkan pengembangan lebih lanjut dengan memperhatikan konsep sustainability (keberlanjutan).

Yang bisa dikembangkan oleh mahasiswa:

Pemasaran dan pengemasan produk, –  Optimasi penggunaan kompos – Penulisan proposal kegiatan –  Menulis tulisan terkait kegiatan – Memanajemen kegiatan produksi hingga distribusi –  Pemberdayaan Masyarakat –  Penyusunan projek plan –  Implementasi sirkular ekonomi melalui manajemen limbah domestik dan  pengelolaannya. – Mampu menyusun business plan di bidang digital farming- Pemanfaatan produk hidroponik

Keterampilan yang diharapkan dari peserta magang:

  1. Mempunyai minat pada ketahanan pangan atau keadilan pangan, pertanian perkotaan serta ekonomi pangan lokal.
  2. Mampu belajar, bertanya, berinisiatif, bekerja dengan atau tanpa pengawasan langsung.
  3. Pengalaman di bidang pertanian tidak diperlukan.

Durasi magang:

Agustus 2021-Januari 2021 (+- 6 bulan, dilaksanakan secara hybrid)

Kompensasi:

Peserta magang menerima serifikat dari ROTASI, kunjungan lapangan pertanian, relasi dan pengalaman serta kesempatan belajar lainnya. Selain itu mahasiswa juga akan mendapatkan living allowance setiap bulan.

Posisi yang dibutuhkan:

  • Field Officer (based on merit)

Persyaratan:

1. Mahasiswa/i Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (on-going)
2. Memiliki motivasi dan semangat belajar

Untuk Melamar:

Kirim surat lamaran tentang mengapa Anda tertarik untuk mengikuti kegiatan ini, CV dan lampirkan KHS terakhir ke email: contact@rotasi.or.id (cc ke rotasi.institute@gmail.com) atau hubungi +62812- 8003-8648 (Isnawati Hidayah/Direktur ROTASI Institute) atau +62 813-3438-8035 (M. Nabil R. M/ Koordinator Tim Milenial untuk Pembangunan Daerah) untuk pertanyaan lebih lanjut. Batas akhir pendaftaran adalah 31 Juli 2021, pukul 23.59 WIB.

[Latest Project 1] Community Engagement on Agroecological Urban Farming

Community Engagement for Agroecological Urban Farming

ROTASI Institute menawarkan kegiatan magang bernama Community Engagement for Agroecological Urban Farming. Pertanian perkotaan (urban farming) ialah kegiatan memproduksi, memproses, dan memasarkan makanan atau hasil pertanian untuk memenuhi permintaan harian konsumen dengan memanfaatkan potensi yang ada di pemukiman sekitar kita. Dalam hal ini, ROTASI Institute akan fokus dalam pengembangan pertanian yang berbasis agroekologi, yakni sistem pertanian yang mengeoptimalkan peran ekosistem serta mengurangi dampak negatif ke lingkungan. Walaupun hanya memanfaatkan lahan yang terbatas, pertanian perkotaan diharapkan setidaknya mampu berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi sekitar melalui akses terhadap ketersediaan pangan sehat, kegiatan pemberdayaan masyarakat serta mendukung pertanian berkelanjutan ataupun sirkular ekonomi. 

[Latest Project 2] Community Engagement based on Local Wisdom

ROTASI Institute menawarkan kegiatan magang bernama Community Engagement based on Local Wisdom. Program ini bersifat sukarela dan bertujuan untuk pemberdayaan pemuda di salah satu dusun di Kec. Munjungan, Kab. Trenggalek. Dusun ini sedang membentuk kepengurusan terbaru dari karang taruna. Sehingga menjadi momen yang tepat untuk melakukan pendampingan secara keorganisasian, penyusunan program, pengenalan potensi dusun, menjalin kerjasama dengan pihak lain dan pelaksanaan program yang bermanfaat, seperti halnya manajemen sampah dan optimasinya. 

“You never change things by fighting the existing reality.

To change something, build a new model that makes the existing model obsolete.” 

― Buckminster Fuller

Call for Internship

Apakah anda mahasiswa Fakultas Ekonomi Unversitas Negeri Malang? Apakah juga saat ini sedang mencari kesempatan magang?
Kami dari ROTASI Institute membuka program magang yang meliputi program pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian berbasis agroekologi di kawasan perkotaan dan optimalisasi peran pemuda dalam pembangunan desa. Dalam hal ini, kami membuka peluang kepada mahasiswa/i untuk menjadi fasilitator dalam pengembangan dan pelaksanaan program-program tersebut. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan untuk mengembangkan potensi diri di dalam bidang pemberdayaan masyarakat dibawah supervisi para ahli di ROTASI Institute. Kegiatan dapat dilakukan secara online dan atau offline.


Yang bisa dikembangkan oleh mahasiswa:

  • Pemasaran dan pengemasan produk
  • Optimasi penggunaan kompos
  • Penulisan proposal kegiatan
  • Menulis tulisan terkait kegiatan
  • Memanajemen kegiatan produksi hingga distribusi
  • Pemberdayaan Masyarakat
  • Penyusunan projek plan
  • Implementasi sirkular ekonomi melalui manajemen limbah domestik dan pengelolaannya.
  • Penyusunan program lainnya yang relevan.
  • Melakukan kegiatan fundraising.

Keterampilan yang diharapkan dari peserta magang:

  1. Mempunyai minat pada ketahanan pangan atau keadilan pangan, pertanian perkotaan serta ekonomi pangan lokal.
  2. Mampu belajar, bertanya, berinisiatif, bekerja dengan atau tanpa pengawasan langsung.
  3. Pengalaman pertanian sebelumnya tidak diperlukan.
    Durasi magang:
    Maret- Agustus 2021 (durasi magang bisa dinegosiasikan, bisa dilaksanakan secara online, offline maupun keduanya)
    Kompensasi:
    Peserta magang menerima serifikat dari ROTASI, relasi dan pengalaman serta kesempatan belajar lainnya.
    Posisi yang dibutuhkan:
  • Bussiness Management and Development
  • Fundraising and financial management
  • Marketing and Social Media Development
  • Community Engagement
  • Institutional Development

Persyaratan:

  1. Mahasiswa/I Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang
  2. Minimal semester 5
  3. Memiliki motivasi dan semangat belajar

Untuk Melamar:
Kirim surat lamaran tentang mengapa Anda tertarik untuk mengikuti kegiatan ini, CV dan lampirkan KHS terakhir ke email: contact@rotasi.or.id (cc ke rotasi.institute@gmail.com) atau hubungi +62812- 8003-8648 (Isnawati Hidayah/Direktur ROTASI Institute) untuk pertanyaan lebih lanjut. Informasi program lebih lanjut di: bit.ly/magangrotasi . Batas akhir pendaftaran adalah 7 Maret 2021, pukul 23.59 WIB.

Observasi dan Kegiatan Lapangan di Kecamatan Dau

Pada hari Minggu tanggal 28 Maret 2021 dilaksanakan kegiatan lapangan dan observasi di Kecamatan Dau. Kegiatan pemberdayaan berbasis agroekologi ini merupakan kerjasama antara ROTASI Institute dan Fakultas Ekonomi Negeri Malang. Peserta yang datang berasal dari warga sekitar dan anggota karang taruna setempat. Selain observasi, juga ada pelatihan dari tim ROTASI Institute yaitu pemaparan dari Dian Olua, M.E mengenai manajemen sampah, MS. Rizaludin, MSc mengenai konsep agroekolodi dan pengomposan selain itu juga ada Imam Mutaqin, MSc mengenai bagaimana cara memanen air hujan. Tim ROTASI juga turut turun lapangan, “Salah satu kendala yang harus juga diperhatikan adalah rancangan bisnis model yang sesuai untuk menjual produk paska panen”, kata Anudiyan Amir selaku tim peneliti ROTASI Institute. Antusias warga juga diapresiasi oleh Prof. Imam Mukhlis, S.E, MSi karena mereka secara bersama-sama akan mengelola lahan kosong dikawasan pemukiman sebagai tempat bertani agroekologi. Isnawati Hidayah, MSc selaku direktur ROTASI Institute kerjasama dalam pemberdayaan ini menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat.

ROTASI Institute sendiri merupakan organisasi riset independen yang menyoroti isu pemberdayaan desa dan pengabdian masyarakat melalui berbagai kegiatan, salah satunya melalui riset.

Set-up Manajemen Sampah di Dusun Gembes, Kecamatan Munjungan, Kab. Trenggalek

ROTASI Institute dan tim magang melaksanakan kegiatan lapangan di Dusun Gembes. Disana mereka melakukkan observasi mengenai konsep manajemen sampah apa yang sesuai dengan desa tersebut. Galih Dwi Prastio sebagaim tim peneliti ekonomi ROTASI Institute menemukan bahwa dusun tersebut sangatlah luas, dengan sampah rumah tangga yang belum termanajemen dengan baik. Sampah tersebut mencemari sungai dan pantai, tim-pun sedang bekerja untuk menyusun konsep yang sesuai dengan dusun ini.